Pernahkan Anda menduga, mengendarai mobil ber-AC justru akan membuat kita lebih banyak menghirup udara kotor? Umumnya kita berpikir, ketika sedang berada di dalam mobil dan menutup pintu serta jendela, maka udara kotor yang terhirup lebih kecil dibandingkan mereka yang ada di luar kendaraan.
Ternyata sebaliknya. Studi di Australia menyebutkan pengemudi/penumpang mobil ber-AC menghirup udara kotor lima kali lebih banyak dibanding pejalan kaki dan pesepeda. Jadi, jangan tenang-tenang saja kalau mobil tidak punya sistem ventilasi yang baik. Karena, udara yang masuk ke dalam mobil, justeru lima kali lebih pekat pencemaran udaranya. Bahkan, kadar hidrokarbon di dalam mobil bisa sebelas kali lebih banyak dibanding di luar. Apalagi, kalau mobil yang tidak memiliki catalytic converter (alat penyedot pencemaran), kadar hidrokarbon bisa 27 kali lebih banyak dibanding di luar. Bila kita berada di tengah kemacetan, maka peluang untuk menghirup udara kotor sekalipun di mobil yang dingin ber AC tetap lebih tinggi.
Menilik desain mobil yang beredar di Indonesia, bisa dikatakan hampir semua tak punya catalytic converter. Terkecuali mobil produk 2007, yang memang sudah menggunakan teknologi tersebut.
fatkun berkata,
Juni 20, 2007 @ 5:00 am
wah……..ternyata polusi udara tidak hanya diluar mobil saja
didalam mobilpun polusi udaranya lebih membahayakan…………
deborah berkata,
Juni 20, 2007 @ 5:03 am
wah mendingan jalan kali aja kali ya………..
dari pada naik mobil yang teryata penuh polusi………………..
ifa berkata,
Juni 20, 2007 @ 5:05 am
aku sih nggak peduli mau naik apa, yang penting nyampe kampuz………
sejauh ini aku fine2 aja tuh……………..
deborah berkata,
Juni 20, 2007 @ 5:14 am
pusing juga ya……….
mau naik motor banyak polusi………..
apalagi naik mobil polusinya lebih berbahaya…………..